Perjalanan Cinta Kita – Pesta Pernikahan – Malam itu kami
tampak serasi, begitu manis terlihat berdua. Teman-teman semua bilang kami
memiliki muka jodoh. Hahaha… aku hanya bisa tertawa dan mengamininya dalam hati.
Aku mengenakan blazer berwarna ungu dengan kerudung berwarna
serupa, kamu juga mengenakan kemeja yang senada dengan warna gaunku. Bahkan
pengantin pun merasa iri melihat kekompokkan kita malam itu “waah…manis amat
berdua, kapan nyusul neh ?? “ ucap sang pengantin wanita saat itu. Aku hanya
bisa tersenyum dan berkata “do’akan saja secepatnya” ujarku bahagia.
Oy, itu bukan kali pertama kita menghadiri acara pesta
pernikahan. Perjalanan cinta kita dalam menghadiri acara pesta pernikahan
rasanya sudah beberapa kali. Ingat gak waktu kita meghadiri pesta pernikahan
k’Lukman ? di acara itu juga kita menunjukkan keserasian kita berdua. Juga saat
pesta pernikahan sahabatmu. Ingat ?? ya…pesta pernikahan yang di gedung UNM
itu….tepat! waktu itu aku yakin semua pasangan disitu merasa iri melihat kita
berdua, terutama para pria, aku yakin mereka pasti merasa iri karna kamu
memiliki pasangan yang saaaaangat cantik, hahahah :D bukankah kamu bangga menunjukkanku
pada teman-temanmu ? yah…aku tau, aku memang cantik dan menawan, aku tau kamu
bangga memilikiku, karna senyummu berkata demikian, “kekasihku sungguh cantik”
Perjalanan Cinta Kita – Pesta Pernikahan meruapakan salah
satu cerita kisah nyata yang menggambarkan kisah perjalan cinta kita, jadi
pastikan kamu membacanyanya baik-baik agar kamu tidak melupakan
kenangan-kenangan manis yang pernah kita ukir bersaama sepanjang perjalanan
cinta kita. Kapan-kapan ayo kita membuat kenangan itu lagi, membuat kenangan
saat pesta pernikahan, tapi kali ini aku ingin bukan sebagai tamu dalam acara
pernikahan, tapi sebagai mempelai pengantin, bukankah itu terdengar bagus ??
Setiap wanita pasti mendambakan pernikahan, menjadi seorang
istri, menjadi seorang ibu, kemudian menjadi seorang nenek sampai pada kemudian
menghabiskan masa tuanya bersama seorang suami. Itu juga yang aku dambakan,
semoga kamu bisa mengabulkannya sesegera mungkin.
Kasih, betapa aku mencintaimu.
Love,
My diary on June 21th 2015




Tidak ada komentar:
Posting Komentar